01/05/2014

Waktu Terbuang

Jakarta bawakan aku
untuk duduk pada kursi hebat
pada singasana hebat
di antara orang-orang hebat
bertemu orang hebat

Bukan para pejilat
bukan pengkhianat
dan penjahat

Naik bis kota
Bogor-Jakarta
Jakarta-Bogor

Aku datang mencari uang
sabtu malam minggu ku pulang
tanpa tahu nasib di depan
mau jadi apa dan seperti apa
ibarat umpan perjudian
aku hanya berjalan mengikuti aturan
tanpa ku sadar telah kelelahan

Kadang ku pulang
tanpa sehelai harapan
hanya impian dan hayalan
yang menjadi buah tangan

01/04/2014

Ruang Dilema

Hati yang terkikis luka
menuntun mata mematahkan asa

Engkau yang lantang padai berdusta
membuat kaku lidah jadi tak bernyawa
oleh derai air mata dusta yang menjadi tabir kepalsuan
di antara sekian kepecayaan yang telah di persembahkan
hinakan aku dalam kepahitan hidup
hingga ku tak bisa lagi melihat
antara mana yang lurus dan buntu
karena begitu banyak tipu yang bertumpu …

Setelah di sadari
Jalan yang kupilih
penuh tumpukan cerita yang menyesakan
 
Sampai akupun menitipkan masa
padanya raja dunia
yang tak bertepi hingga saat ini
padanya ku berkata sampai kapan …
kan tehenti

Tuhan takdir ketetapanmu
yang tak kunanti
telah sampai
hingga hari ini

01/03/2014

Hukum Rimba

Api menyala, Tandakan masa era
membawa pesan tentang mereka yang menjadi abdi
pada negeri yang penuh sampah manusia celaka

Mari bercerita tentang jeda
Hukum Rimba

Sebutir peluru berdesing
menjadi penanda bagi mereka yang berkuasa
agar sang jelata tahu
ini era, eranya rimba

Di bawah kaki para penjilat tahta
di antara tahta ada wanita
dan sang durjana ada di antara ke dua-duanya

Bagi mereka pemuja kuasa
nafsu birahi dan korupsi
adalah suci
yang layak untuk di perjuangkan
dan di transaksikan
bila perlu todongkan sejata
pada siapa yang kontra

Bagi mereka pemuja kuasa
hidup adalah kesenangan
maka tak perduli berapa si jelata yang melayang
yang penting perut kenyang
harta bergelimpangan

Bagi mereka pemuja kuasa
ketika kursi hilang dipandangan mata
maka senjata akan berkata
untuk menebus berapa mahar untuk mengembalikannya

Bagi mereka pemuja kuasa
dosa adalah nomor sepersekian juta
yang pertama adalah dunia
asal hidup tidak sengsara
tak peduli jaman menjadi durjana

26/02/2014

Malam ...

Malam ....
malam yang sunyi senyap 
membawa kegelisahan yang tiada henti

di antara hati yang masih bergelimang kegundahan 
aku duduk termenung menghadap cermin 
yang menjadi tempat penghias diri
di kala suntuk disenja terbawa duka
dikala hati lara yang terurai air mata
karena ingatan suatu peristiwa
hatiku sama persis seperti wanita oleh karena aku manusia
yang bisa merasakan adanya air mata karena rasa kecewa

duhai malam sehebat bulan purnama 
yang tertutup awan mendung
dan menjadikannya gelap karena masa dan waktu
beri ruang untuku berkata-kata
sebagai pengiring langkahku 
melangkah meninggalkan semua yang terluka perih 
oleh iba yang terpana

duhai malam yang berkabut 
kabarkan dukaku pada DIA
yang menjadi sandaran cinta 
pada jiwa yang merana 
pada benak yang terpejara 
oleh cinta
oleh rasa yang menyiksa .....

duhai malam
aku ingin merasa 
pada hal yang biasa dan sewajarnya 
seperti mereka merasakan bahagia 
tanpa paksaan dan sandiwara 
berjalan beriringan
layaknya mereka di kehidupan kedua 
menjalani hari-hari penuh tawa suka, duka dan cita

duhai malam yang gelap gulita
dan bulan purnama 
yang seharusnya terang tertutup awan hitam
membawa abu menjadi ragu
hingga tiada kulihat di antara gelap dan terang 
mungkinkah bisa tuntun aku harus bagaimana dan seperti apa 
mana yang harus aku pilih
di antara dua mata yang berbeda 
antara mereka yang meminta dan aku yang menjalaninya ...

01/01/2014

Surat Suara

Suara 
mata-mata merah silih berganti 
mengharap dan di harap mereka terpilih
apa yang menjadi ambisi 
oleh mereka para pengabdi kuasa dan ironi

Suara 
pada satu kursi tanpa arti 
pada satu visimisi yang cukup basi
pada satu kertas berharap mereka duduk menjadi tuan 
di negeri mereka mencari keuntungan
hingga pengorbanan di bayar dengan satu kesempatan 
merongrong kekuasaan yang menjadi sandaran 
untuk berlindung mencari keselamatan 
yang lupa akan teriakan dan jeritan 
akan aspirasi dari kita yang menitipkan

Suara
pada masa tiba mereka di ketahui 
terkontaminasi penyakit korupsi 
yanng menggila
hingga dunia bisa membaca
bahwa ada yang alpa pada tanggung jawabnya

Suara 
pada partai mereka terbelit 
antara kepentingan dan perjuangan 
untuk memilah pada satu pilihan 
mana kroni
mana pribadi
mana hak yang halal dan hakiki
hingga suram melihat yang haram

Suara 
namun di antara mereka lebih besar pada kesesatan duniawi 
hingga mereka ingkar pada amanah yang di bawanya
karena uang yang menjadi pemicunya
maka tibalah kita merasakan apa yang menjadi kedustaan
atas apa yang pernah di ucapkan
bahwa mereka terpilih
karena pesannya
untuk mengabdi dan berbakti
pada rakyat dan ilahi rabbi
bukan pada nafsu untuk memperkaya diri 
bukan pada dirinya pula kita mengantarkan ilusi
bukan pula pada mereka yang payah membawa diri ...

01/03/2013

Perang

Wajah-wajah durjana berlalu lalang
Membawa tatap menatap yang menakutkan
Seorang anak hingga terperangah kepanikan
Karena todongan sejata yang pasti mematikan

Siang bolong yang begitu ramai oleh dengungan
oleh bara api yang yang membuat langit dunia seperti arang
yang membuat angin terasa sesak untuk di hirup
yang membuat mata berair
karena satu jawaban ketika itu 

adalah di percaya akhir dari setiap PERADABAN!!!

Mayat-mayat bergelimpangan
bau anyir darah menepis keraguan bahwa bakal adanya kedamaian
karena setiap satu letupan terdengar satu mayat berjatuhan
yang menjauhkan manusia dari nurani 

tentang
saling asih mengasihi
saling sayang menyayangi
saling menjaga dan menjagai
dunia dan manusia ketika itu seperti hilang jati diri
semua terlihat bak materi yang bisa di beli untuk hilang dan tak berarti

Sang ibu dan anak yang meronta dengan tangisnya
sang bapak yang berteriak karena kehilangan istri dan anak-anaknya
mereka menjadi generasi pengakhir
untuk tumbuh dengan dendam bersama 

bersemai di hati para mereka pencari
keadilan siapa yang melakukan ini
siapa yang memulai kata-kata 

tak mau mengamini untuk tutup dan rendah diri
menerima setiap persoalan menjadi sebuah kesepakatan bicara dalam
satu waktu atas nama kedamaian dunia.

Siapa yang memulai semua ini karena satu ego
semua bangsa saling bunuh diri
saling serang menyerang menyaingi
hingga lupa dalam satu tempat 

ada manusia-manusia seperti kami rakyat biasa
yang merbodal anggukan dari pemerintahnya
yang menolak dengan berat ketika perang di kobarkannya
yang cuma kebingungan ketika semua sudah di putuskan
apa yang akan kami lakukan setelah apa yang sudah di dengarkan
Bahwa akan ada satu peristiwa dimana ucapan tak lagi di dengarkan
hingga negara lupa kepada kami untuk apa semua ini
Yang tak tahu higga hilang menjadi korban 

karena desingan peluru sebagai pengganti diplomasi

01/02/2013

Belenggu

Sajak sayu terputus tak berbekas
Membawa dawai-dawai dalam irama ketiadaan cerita
Seperti masa ketika aku tak pernah mengenal istilah kata jadi perkata
Yang tertata rapi membingkai sautu makna 
menjadi satu irama indah terdengar
Membaca rasa yang menyimpulkanya 
dalam satu konsep penggalan
Syahdunya kalimat penghibur hati yang resah

    Sudah semenjak dia pergi
    Kutahu hidup ini telah begitu sunyi menjadi kepingan tak berarti
    Hingga aku tak tahu kemana aku harus berlalu mengejar mimpi
    Yang hancur seketika, hingga dunia tertawa

Wahai ombak yang berdebur yang mengilhamiku merangkai kata
Membawa menorehkan persaan dalam tulisan tulisan
Cobalah datang dan ku undang kenbali
agar aku bisa bernyanyi seperti gambaran apa yang terjadi

yang aku alami tentang keterpurukan sebagai manusia
ketika cinta yang ada telah menjadi belenggu di hati ini
agar kelak ketika aku melwati mampu membaca kembali
bahwa ada saat aku pernah merasakan hal ini
dan kelak aku akan mengambilnya sebagai pelajaran berharga
yang tak bisa di pungkiri



30/01/2013

Cerita Suram Sang Diktator

15 Diktator Dunia Yang Pernah Digulingkan

Diktator diidentikan dengan pemerintahan bertangan besi. Seringkali nasib para penguasa ini berakhir tragis. Tewas dibunuh, atau terusir secara menyakitkan dari negaranya sendiri. Majalah Time mengeluarkan daftar 15 diktator terbesar yang berhasil digulingkan. Siapa saja mereka?

1.    Muammar Khadafi
Kolonel Muammar Khadafi memerintah Libya selama 42 tahun. Dia mengambil alih kekuasaan saat masih berpangkat Kapten dan berusia 27 tahun pada tahun 1969. Khadafi digulingkan dari kekuasaannya dan ditembak mati pasukan revolusi yang dibantu NATO tanggal 20 Oktober lalu.

2.    Saddam Husein
Saddam Husein memimpin Irak sejak tahun 1979. Dia menghadapi AS dan sekutunya dalam dua kali perang. Pada perang teluk kedua tahun 2003, AS dan sekutunya menyerang Irak dengan tuduhan Saddam mengembangkan senjata biologi. Saddam berhasil ditangkap pasukan AS dan dinyatakan bersalah atau kejahatan kemanusiaan. Dia dijatuhi hukuman gantung tahun 2006.

3.    Adolf Hitler
Diktator Jerman sekaligus pemimpin Nazi ini mengobarkan perang dunia kedua di seluruh Eropa. Mimpinya mengembalikan kejayaan ras arya membuat dia membunuh jutaan Yahudi. Hitler akhirnya dikalahkan pasukan sekutu. Saat sekutu mencapai Jerman, dia bunuh diri dalam bunkernya.

4.    Benito Mussolini
Mussolini adalah seorang fasis yang memimpin Italia. Dia mulai berkuasa saat terpilih sebagai perdana menteri tahun 1922. Saat Italia dikuasai Sekutu, Hitler yang menjadi sekutunya mengirimkan pasukan komando Jerman untuk membebaskan Mussolini dari tahanan Sekutu. Nasib Mussolini berakhir tragis, dia ditangkap simpatisan komunis dan dibunuh di Danau Como, Italia. Mayatnya kemudian digantung terbalik di Piazzale Loreto, Milan.

5.    Pol Pot
Hanya 4 tahun Pol Pot dan Khmer Merah memerintah Kamboja. Tapi selama kurun waktu 1975-1979, tidak kurang dari 1,7 juta rakyat Kamboja dibantai. Pol Pot yang dipanggil ‘saudara nomor satu’ ini membuat Kamboja menjadi ladang pembantaian. Invasi Vietnam ke Kamboja tahun 1978 membuat Pol Pot terdesak dari Phnom Penh. Dia melanjutkan pemerintahannya dari hutan. Sebelum akhirnya persembunyiannya dibocorkan anak buahnya sendiri. Pol Pot tewas saat menjalani tahanan rumah tanggal 15 April 1998.

6.    Idi Amin
Idi Amin memerintah Uganda selama 8 tahun, dari 1971 hingga 1979. Amin yang menjadi perwira militer ini merebut kekuasaan dari Perdana Menteri Milton Obote. Selama pemerintahannya, Idi Amin mengusir ribuan orang India berkewarganegaraan Inggris dari Uganda. Dia juga diduga melakukan banyak pembunuhan pada lawan-lawannya. Di masa Idi Amin pula ekonomi Uganda morat-marit. Akhirnya pejuang Uganda yang dibantu tentara Tanzania berhasil menggulingkan Idi Amin. Dia kemudian lari ke Libya dan ditampung sahabatnya Muammar Khadafi. Amin akhirnya pindah ke Arab Saudi hingga meninggal di sana tahun 2003.

7.   Mobutu Sese Seko
Jenderal Mobutu Sese Seko menjadi Presiden di Kongo sejak tahun 1965 hingga 1967, setelah melakukan kudeta. Dia selalu tampil dengan kopiah bercorak macat tutulnya yang khas. Selama memerintah, Mobutu diduga melakukan banyak pelanggaran HAM. Korupsi merajalela di negara ini. Kekuasaan Mobutu berakhir setelah pasukan Laurent Kabila mengalahkannya. Mobutu kemudian lari ke Maroko dan tewas karena kanker prostat tidak lama setelahnya.

8.   Nicolae Ceausescu
Nicolae Ceausescu memerintah Rumania selama 24 tahun. Di era kepemimpinannya, dibentuk polisi rahasia blok timur yang kejam. Selain itu diktator Rumania ini membawa Rumania sebagai satu-satunya negara di Eropa yang mengalami kelaparan dan kekurangan gizi. Dia memerintah dari 1967 hingga 1989, dia juga ketua partai komunis Rumania. Ceausescu akhirnya divonis bersalah atas kejahatan genosida dan ditembak mati di depan regu tembak.

9.   Slobodon Milosevic
Slobodan Milosevic akan selalu diingat karena kejahatan perang Serbia-Bosnia. Dalam perang 1992-1995, itu, Milosevic dan pasukan Serbia membantai ribuan penduduk Muslim Bosnia. Dia kemudian diadili sebagai penjahat perang. Dia meninggal dalam selnya tahun 2006. Sementara pengadilan internasional masih mencari sisa pengikut Milosevic yang terlibat aksi genosida pada perang Bosnia.

10. Jean-Claude Duvalier
Jean-Claude Duvalier sering dipanggil ‘baby doc’. Sampai saat ini, mungkin dialah orang termuda yang menjadi presiden. Pada tahun 1971, Duvalier baru berusia 19 tahun saat menggantikan ayahnya yang tewas sebagai presiden. Dia segera menjadi otoriter dan mengakibatkan kelaparan dan resesi ekonomi di Haiti. Tahun 1986, karena terdesak keadaan Duvalier melarikan diri ke Perancis. Tahun 2011 saat Haiti dilanda gempa bumi dan krisis politik.

11. Ferdinand Marcos
Siapa yang tak kenal nama Ferdinand Marcos yang terpilih sebagai Presiden Filipina pada tahun 1964. Selama dua dekade masa pemerintahannya, Marcos Selalu menggaungkan ancaman komunis revolusioner, dan menggunakannya untuk membenarkan aksinya mematikan media dan menangkap beberapa lawan politiknya. Di masa kepemimpinan Marcos, kronisme dan korupsi meluas. Miliaran uang negara disedot ke rekening pribadi Marcos di Swiss.

Pada tahun 1986, Marcos kembali terpilih menjadi Presiden Filipina. Namun pemilu yang diduga dipenuhi kecurangan, intimidasi dan kekerasan ini menjadi titik klimaks bagi dirinya. Marcos akhirnya diturunkan dari jabatannya dalam Revolusi EDSA pada tahun yang sama. Bersama istrinya, Imelda, Marcos melarikan diri dari Filipina. Marcos meninggal di pengasingannya di Hawaii pada tahun 1989.

12. Husni Mubarak
Husni Mubarak yang merupakan mantan Komandan Angkatan Udara Mesir ini, memulai karir politiknya pada 1975 sebagai Wakil Presiden. Mubarak menjabat sebagai Presiden Mesir selama 3 dekade sejak tahun 1981. Di bawah kepemimpinan Mubarak, Mesir menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat. Bantuan miliaran dolar AS berhasil didapatkannya dalam rangka menjaga dukungan untuk Israel dan membasmi politik Islam. Namun, pada 11 Februari 2011, Mubarak yang berusia 83 tahun ini akhirnya mengundurkan diri dari kursinya sebagai presiden menyusul aksi unjuk rasa besar-besaran oleh rakyat Mesir selama 18 hari di awal 2011 yang menewaskan 850 orang.

13. Fulgencio Batista
Fulgencio Batista yang menjabat Presiden Kuba selama 2 dekade ini dikenal sebagai pemimpin diktator yang brutal yang memimpin Kuba sejak 1933. Pada tahun 1944, masa jabatannya berakhir dan Batista pun meninggalkan Kuba. Namun, 8 tahun kemudian, Batista melancarkan aksi kudeta dan berhasil memimpin kembali Kuba. Hampir semua sektor pemerintah dikontrol secara otoriter oleh Batista. Mulai dari ekonomi, kongres, pendidikan, hingga media. Selain itu, Batista juga memperkaya dirinya sendiri dengan uang negara. Batista berhasil dilengserkan dari jabatannya pada tahun 1959, melalui Revolusi Kuba yang dipimpin oleh Fidel Castro. Setelah itu, Batista diketahui kabur ke luar negeri dan berpindah-pindah tempat tinggal, hingga akhirnya meninggal pada 1973 di Guadalamina, Spanyol.

14. Antonio Salazar
Nama Antonio Salazar dinilai menjadi salah satu pemimpin paling otoriter di Benua Eropa. Salazar memimpin Portugal sejak 1932 hingga 1968. Bentuk pemerintahan Salazar disebut nasionalis konservatif, atau sebagian orang menyebutnya fasis. Salazar memegang teguh visi anakronistik, yakni bahwa Portugal masih memiliki kekuatan kekaisaran dan berhak menginvasi koloni-koloninya di selatan Afrika. Rezim Salazar dijuluki ‘Estado Novo’ atau negara baru, yang membanggakan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, namun masih sarat dengan penindasan. Pada tahun 1960-an, muncul pemberontakan besar-besaran terhadap rezim Salazar di Mozambik dan Angola. Saat menderita pendarahan otak pada tahun 1968, Salazar dilengserkan dari kekuasaannya secara diam-diam. Dan tahun 1974, Revolusi Bunga menandai berakhirnya rezim Salazar.
 
15. Alfredo Stroessner
Alfredo Stroessner menjadi diktator yang memimpin Paraguay nyaris selama 4 dekade sejak tahun 1954. Rezim Stroessner diwarnai oleh aksi penyiksaan, penculikan dan brutalitas polisi. Stroessner akhirnya berhasil digulingkan pada 1989 oleh para jenderal dalam rezimnya yang khawatir Stroessner mengembleng anaknya, yang pecandu kokain, sebagai penggantinya. Stroessner diketahui meninggal dalam pengasingannya di Brazil pada tahun 2006. Majalah TIME pernah menulis rezim Stroessner merupakan rezim yang bertahan paling lama di antara para diktator lain di negara barat. Rezim Stroessner berada sedikit di belakang rezim diktator Korea Utara, Kim Il Sung

sumber rangkuman : wikipedia

01/10/2012

Pengingat

Setiap pertemuan
Memepersilahkan kami
Untuk menatap lebih lama
Tentang keadaan satu sama lainnya

Dan di setiap pertemuan
Membawa kami dalam banyak pilihan
Antara kebahagiaan dan kesediahan

Kami di persilahkan, ….
dan kami di beri Keleluasaan …..

Untuk bercerita tentang sebuah keharusan
Bahwa di setiap pertemuan ada begitu banyak kata sapa
untuk menjadi sebuah candaan dan pelajaran sebagai hiburan
dari nilai kesabaran

Dan dalam pertemuan-pun
sesekali kami mempersilahkan
Sebuah  kegaduhan menyapa kami
Sebuah kegaduhan cerita yang membawa sedih dan amarah
yang membuat kami ikut terbawa dalam suasana

Tapi kami yakin bahwa di setiap pertemuan membawa kami
Lebih tahu makna dan hakikat sebuah hubungan yang di iringi perasaan

Bahwa dalam kemesraan yang tercipta ada celah
Untuk kami menyadari bahwa kami ada karena”Dia”
Yang menakdirkannya ….

Sebuah renungan
Sebuah pelajaran
Dan sebuah pengingat
Bahwa dalam perjalanan ini 
ada sebuah kewajaran dan ketidak wajaran
Bahwa dalam perjalanan ini 
ada pembiaran misteri yang mungkin hanya milik kami

Namun demikian,
Bahwa dalam perjalanan ini haruslah tetap punya tujuan
Karena kami sadari bahwa kami ada karena “Dia” yang mencipta
Bahwa kami ada karena ketidak sengajaan berjumpa 
Dan bahwa kami ada karena memang saling mencinta …

-Kiel | Jakarta, 18 Juli 2012


Akhir Penantian

Linangan air mata akhiri cerita sendu
Yang tertatih di masa lalu
Tanpa bisa tertahan karna buaian
Perasaan yang masih menjadi pertanyaan

Sebuah pertanyaan yang dulu
Masih menjadi duri bagi kami
Dan bagi semua yang mengenal kami

Namun, kini semua seakan
Terjawab, oleh ijab, oleh doa
dan oleh tatapan bahagia
di antara yang memandangi kami
dan yang menjadi harapan jembatan
Untu kami menyatukan mimpi
Tentang hati dan keinginan yang Insya Alloh sudah dan akan ter amini
Oleh saksi dan handai taulani

Dan seperti setiap kata cinta
yang begitu punya makna Untuk di maknai,
dan mampu membuat perumpamaan
Yang  mengais-ngaiskan harapan akan setiap keadaan
Yang bisa menjadi sebuah pertaruhan tentang sesuatu kebenaran
Bahwa adanya sebuah cinta sejati bukan mustahil untuk dimiliki 

-Kiel | Jakarta, 18 Juli 2012

08/09/2012

Petitioning Presiden Republik Indonesia

Petitioning Presiden Republik Indonesia

Oleh : Tubagus Airief Aditya

31 Juli lalu KPK menyita barang-barang bukti korupsi alat simulator di Korps Lalulintas Polri. Petugas polisi dan KPK bersitegang saat penyitaan. Petugas KPK terkunci, tak dibolehkan membawa barang bukti. Dari bukti itulah KPK menetapkan dua perwira berpangkat jenderal sebagai tersangka; Irjen Djoko Susilo, bekas Kakorlantas Polri dan Brigjen Didik Purnomo (Wakil Kakorlantas Polri).

Inilah yang membuat tokoh anti korupsi dan pegiat civil society memprakarsai sebuah petisi menuntut agar Polri menyerahkan kasus korupsi alat simulator ke KPK.

Mereka dimotori oleh Anita Wahid, (putri Gus Dur) dan Teten Masduki, serta Benny Susetyo (budayawan), dan didukung ahli hukum pidana terkemuka Yenti Garnasih (Universitas Trisakti), mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, penasehat Jaksa Agung Chairul Imam, ibu rumah tangga peduli anti korupsi Rebecca Gultom, Sri Palupi (ECOSOC), Bambang Widodo Umar (pengajar UI), Zumrotin K Susilo, Fadjroel Rachman, Todung Mulya Lubis, Asep Rahmat Fajar, pakar komunikasi politik Effendi Gazali (UI), Radar Panca Dahana (Budayawan), Taufik Basari, dan Donal Fariz (ICW).

Harapannya Polri menjadi terbuka tanpa ikut menangani korupsi simulator SIM yang ditangani KPK. Itu akan menjamin tak adanya peluang intervensi. Apalagi kasus ini sudah ditangani KPK. Jika dilanjutkan, kata mereka, Kepolisian jelas menabrak hukum.

Selain dua perwira polisi, tersangka lainnya; Budi Susanto (Dirut PT Citra Mandiri Metalindo Abadi) dan Sukotjo S Bambang (Dirut PT Inovasi Teknologi Indonesia). Di luar dugaan Bareskrim tetapkan 5 tersangka kasus yang sama; Brigjen Didik Purnomo, AKBP TR Teddy Rusmawan (Ketua Pengadaan), Sukotjo Bambang, Budi Susanto, serta Kompol L. Jika dicermati, 3 dari 5 tersangka baru itu sebelumnya telah ditetapkan KPK. Polri mengklaim sudah beritahu Kejaksaan Agung pada 1 Agustus, waktu yang berdekatan dengan kejadian penyitaan di atas.

Kita berharap Polri mau mengintrospeksi diri dengan menempatkan dirinya sama dan setara di hadapan hukum. Jika menghalangi, maka slogan antikorupsi Polri hanya jadi pepesan kosong. Bersama sejumlah kalangan yang peduli pemberantasan korupsi, para petisioner ini meminta Presiden mengintruksikan Kepala Kepolisian RI dan Jaksa Agung RI agar menyerahkan sekaligus mempercayakan penyidikan kasus ini kepada KPK. Pernyataan Jaksa Agung Basrief Arief yang menyatakan bahwa KPK berhak menyidik kasus ini sesuai UU sudah sangat tepat dan tinggal diwujudkan dalam tindakan nyata.

07/08/2012

Simiskin Didadu

Badan Pusat Statistik menjadi corong klaim tentang berkurangnya jumlah total kemiskinan, opini ini tidak akan serta merta menjelaskan soal deretan angka jumlah masyarakat antara yang miskin dan sejahtera, karena jelas sudah diberita tergambar berapa jumlah angka kemiskinan yang terus berkurang walupun fakta di lapangan bahwa sesungguhnya kemiskinan semakin merajalela, BPS hanyalah lembaga di bawah kendali presiden, yang mana seluruhnya pengangkatan seorang pemimpin di pilih dan di angkat oleh presiden melalui mekanisme persetujuan DPR, ada kencederungan setiap tahun dan setiap berganti presiden angka-angka tentang simiskin terus berkurang, setiap itu juga angka kemiskinan tidak serta memperlihatkan dengan tegas dan jelas dalam laporannya kepada presiden dan DPR bahwa angka kemiskinan bertambah atau tetap stabil, nyata-nyata fakta yang terjadi adalah berlawanan dengan keadaan sesungguhnya, kalau di runut-runut jika memang kemiskinan selalu berkurang di setiap pergantian tahun atau presiden tentulah kita tidak akan melihat atau jarang melihat seorang pengemis mengais rejeki dengan menyanyikan lagu sumbangnya atau mengharap belas kasihan di jalur-jalur vital seperti lampu merah, dan menengadahkan wajah memelas di trotoar-trotoar jalan, namun kita harus mengakui bahwa kenyataan yang terjadi justru semakin bertambah kian harinya, apakah ini sesungguhnya, apakah data jumlah kemiskinan yang di buat adalah untuk memenuhi dan memuaskan hasrat sang pemimpin eksekutif dalam hal ini presiden, entalah namun kita tahu setiap data yang tergambar jelas membuat kita mengerutkan dahi, dan membuat hati kita bekata “benarkan kemiskinan berkurang seperti apa yang mereka katakan ??? ”

Lebih dari beberapa tahun ini kita memperhatikan angka-angka tentang kemiskinan terus berkurang namun seolah jauh dari persoalan angka dan deretan yang terpampang jelas di beberapa media lokal dan nasional, angka tersebut menyuguhkan sebuah pertanyaan besar yang harus di jawab oleh pihak yang mengklaim bahwa angka tersebut adalah valid dan dapat di pertanggung jawabkan, sekali lagi opini ini tidak akan menyebutkan berapa nilai persentase angka kemiskinan antara berkurang dan penetapan angka-angka dari tahuh ke tahun, opini lebih bersandar pada oponi pribadi sebagai masyarakat awam yang mengambil persepsi sesuai dengan pemahaman penulis, sekian angka dan jumlah yang semakin kecil tentang data kemiskinan tetap pada dasarnya tidak akan membuat masyarakat atau kita tersenyum lebar, karena pada intinya masyarakat cerdas tahu tentang kenyataan yang sebenarnya terjadi bukan karena pengaruh media dan terpengaruh informasi lainnya namun lebih kepada merasakan, melihat serta mendengar tentang keadaan rasionl di sekitarnya, bahwa kemiskinan adalah sesuatu yang sensitive dimana antar kebenaran dan kepalsuan bisa di lihat oleh kita sebagai masyarakt Indonesia.

KEMISKINAN DAN SIMISKIN
Membandingkan dari tahun ketahun yang memperlihatkan secara detail tentang laporan-laporan pengurangan jumlah kemiskinan berkurang namun berbau politis tentulah kebenaran dan kepercayaan yang berkembang akan lemah, cobalah tengok survei-survei yang menyajikan kepuasan masyarakat tentang kinerja pemerintah dari tahun ketahun tentang “kepuasan’ maka nilainya adalah normatif atau biasa saja bahkan sesekali kita lihat dari survei yang di beritakan tingkat kepuasan tersebut begitu rendah atau katakanlah nilai persentasi-nya jauh lebih besar tentang ketidak puasannya, hal ini tentu ada konektivitas antar kepuasan dan keadaan sosial yang terjadi di mayasarakat bahwa pada dasarnya antara judul pengurangan kemiskinan yang di rilis Badan pusat statistik dan survei kepuasan masyarat oleh lembaga-lebaga survei independent sangat berlawanan, dan jika memang ada angka kemiskinan berkurang tentulah survei yang menyajikan persentase tentang “apakah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah” maka nilai persentasenya harus lebih tinggi dan jauh melebihi nilai persentase tentang pengurangan kemiskinan.

Sebenarnya apakah memang data yang valid ataukah  mereka yang miskin hati nuraninya sehingga tidak berani melaporkan dan memberitakan atau sekedar merilis ke media, bahwa kemiskinan di Indonesia begitu besar jumlahnya, ataukah mereka takut atau merasa ingin berbalas budi karena sudah mengangkat mereka sebagai pemimpin dari badan tersebut dan hendak menggembirakan sang presiden dengan jumlah-jumlah palsu tentang bertambah dan meningkatnya masyarakt sejahtera.

Apalah artinya jika deretan angka yang menjadi ciri khas dari lembaga yang merilis tentang pengurangan kemiskinan hanya berpijak pada orientasi untuk kepuasan pemimpinya demi alasan kelise menyenangkan hati sang presiden dan berbau carmu (carimuka), tentulah integritas lembaga tersebut mejadi pertaruhan besar, dan berakibat karma, siapapun kelak dan oleh siapapun lembaga tersebut di pimpin bahkan oleh seorang yang benar-benar professional dan mampu di percaya oleh masyarakt, jika sistem yang tercipta dari tahun ke tahun hanya untuk memenuhi dan menutupi kekurangan lembaga dan bhkan presiden dalam hal ini kepala pemerintah tidak akan mampu merubah persepsi publik bahwa setiap angka pengurangan kemiskinan yang dirilis selalu akan menimbulkan kecurigaan, apakah benar, bohong, atau fiktif laporan-laporan tersebut bisa di percaya. Ataukah benar bahwa laporan tersebut untuk menutupi kegagalan dalam menjalankan roda pemerintahan karena pada dasarnya kegagalan bawahan (kementerian/Lembaga) adalah kegagalan seorang presiden juga.

Jika sudah seperti itu maka selayaknya nama Badan Pusat Statistik akan berganti julukan menjadi Badan Pusat Simiskin dengan sendirinya, dan seseorang pimpinan baik itu kepala badan pusat simiskin dan presiden yang menjadi tempat pertanggung jawaban tidak akan mampu merubah image dan citra buruk lembaga tersebut di kemudian harinya, jika sudah seperti ini siapakah yang patut di persalahkan, presiden, kepala badan pusat simiskin atau kita sebagai rakyat yang mengamati tentang angka-angka kemiskinan yang selalu berlawanan arah dengan kenyataan. 

18/07/2012

Refleksi Demokrasi


REFLEKSI DEMOKRASI 
Oleh | Tubagus Arif Aditiya
Hampir 10 tahun semenjak reformasi dijadikan alternatif terakhir untuk menamatkan "birokrasi aristokrat" Orde Baru yang mengakar selama 32 tahun. Pada saat itu, ribuan masyarakat dari berbagai elemen bersatu membentuk barisan ideologis dengan satu tujuan : perubahan.

Waktu itu, tahun 1998, ibu saya pernah bilang bahwa mungkin pasca reformasi negara kita akan lebih menghargai demokrasi. saya baru duduk di kelas 3 SMP dan lebih tertarik untuk mengetahui pemenang Final piala dunia '98. Demokrasi bahkan terasa asing di telinga.

SMA, baru saya dikenalkan pada demokrasi, sebuah paham "tengah-tengah" antara Diktatorisme dan Liberalisme, paham yang menyatakan kekuasaan berada di tangan rakyat. dan Amerika sebagai negara yang memperkenalkannya. Namun memang tidak ada satu sumber pun-yang pernah saya baca- yang menggambarkan formula bernegara ala demokrasi yang standar. sehingga, mungkin, setiap negara berdemokrasi dengan interprestasi sendiri. 

Oke, reformasi telah melahirkan 4 Presiden (Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY) dalam jangka waktu 10 tahun. mungkin ini manifestasi demokrasi yang real,..no problems, masih bisa diterima, seperti layaknya klub sepakbola yang bisa gonta-ganti pelatih ketika tim nya tidak kunjung sukses. 
Pemilu diikuti oleh lebih dari 40 partai??
Oh ya, kita bukan ORBA kan? yang hanya mengenal 3 partai dan pemenangnya itu-itu juga...
sistem multipartai boleh lah sebagai manifestasi lain dari demokrasi..
Selain itu bergesernya kekuasaan eksekutif ke legislatif pun menunjukan ada di tangan siapa kekuasaan itu sebenarnya..

Tapi ada hal yang agak membuat saya mengerutkan kening...

Apakah demokrasi berarti melegalkan aksi anarkisme?

Semenjak tumbangnya rezim ORBA, para aktivis yang selama ini bungkam tiba-tiba mendapatkan angin untuk bersuara dan berekspresi, hal itu wajar adanya, karena itu merupakan cermin demokrasi berjalan.., tapi ada perbedaan bukan antara "kebebasan" dengan "kebablasan"

untuk mendukung pendapat saya, coba kita nyalakan tv dan lihat setiap harinya ada berapa Demo yang berakhir ricuh, tampaknya demo jika tidak ricuh maka bukan demo...
terutama mahasiswa, saya merindukan saat-saat mahasiswa berani berdialog dalam kerangka ilmiah dan bersuara dengan tujuan membangun, 
saya tak bisa membedakan antara preman dengan mahasiswa saat ini, demonstrasi yang diselingi kericuhan, perkelahian dan segala macam kekerasan kerap terjadi dan sayangnya dilakukan oleh barisan ber-almamater yang seharusnya menjadi role model bagi masyarakat, dan seringkali demonstrasi itu tidak didasari pengetahuan akan objek yang akan ditentang...

namun mungkin itulah demokrasi bagi mahasiswa, berani bersuara, tanpa fakta dan berakhir ricuh, lalu apa selanjutnya?
idealisme yang cerdas sudah menjadi barang langka...padahal banyak jalan menuju perubahan. toh buktinya aksi anarkisme itu tidak berdampak apapun, kecuali pandangan negatif dari masyarakat.

Ini merupakan pemahaman prematur yang akhirnya merekonstruksi keadaan sosial, tampaknya setiap hal bisa dijadikan bahan demonstrasi, bahkan hal-hal yang sesungguhnya tidak esensial.

Lucu jika melihat kondisi itu, tapi inilah potret demokrasi di Indonesia yang diterjemahkan secara mentah..

Dalam sebuah forum diskusi, saya pernah mengatakan bahwa reformasi merupakan sebuah rekaya sosial untuk mencapai status quo. Saya mencontohkan begini. "reformasi berarti demokrasi, demokrasi berarti demonstrasi, demonstrasi berakibat meningkatnya eskalasi politik dan berujung pada penerapan status darurat, militer mengambil alih dan kita kembali dipimpin rezim"

Setidaknya ada yang berubah biarpun destruktif..
Setuju???

Heart Note

HEART NOTE
Oleh | Tubagus Arif Aditiya

Bagaimana rasanya jika kita lebih sering kehilangan sesuatu daripada mendapatkan sesuatu? kadang keputusan seseorang mampu merubah hidup seseorang seumur hidupnya, namun ketika penyesalan itu hanya berbuah kesia-siaan maka yang terjadi justru adalah bentuk penerimaan yang dipaksakan terhadap realitas. ketika hidup harus terus tumbuh tanpa bimibingan, maka kita kehilangan Tuhan, namun bagaimana jika itulah realitas yang terjadi? 
I have no distance left to Run... 

Revolution

REVOLUTION
oleh | Tubagus Arif Aditya

Democracy was just the way to keep people in confusing situation and protect status Quo..
he have no option instead follow the rule of game which has been made by people who think they are the survivor..
------------ the rule to make us keep stupid and put bullet in our head---------------